Beranda Rubrik Cover Story Cuma Satu yang Masih Bertahan

Cuma Satu yang Masih Bertahan

104
0
BERBAGI
Didik Nuryanto. (DOK PRIBADI)
Didik Nuryanto. (DOK PRIBADI)

CATATAN Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung menyatakan, kesenian cengklungan merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional kerakyatan langka di Temanggung. Bahkan, se-Kabupaten Temanggung, hanya tinggal satu yang hingga kini masih bertahan. Yakni, kesenian cengklungan di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran.

Meski kini masih eksis, jika tidak diuri-uri dengan baik, cengklungan terancam punah. “Karena memang hanya satu-satunya di Temanggung dan para pemain musik utama sudah sepuh serta belum ada regenerasi. Maka, kesenian ini dikhawatirkan nyaris punah,” ucap Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung, Didik Nuryanto.

Didik menyampaikan, melalui program pelestarian dan pengembangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung, pihaknya berharap cengklungan dapat terbina. Sehingga tetap lestari dan dikenal masyarakat luas.

Menurut Didik, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitasi terhadap cengklungan. Baik pembinaan teknis, motivasi finansial, promosi ke ibu kota negara, dan kota-kota besar lainya. “Selain pembinaan, kami juga melakukan penelitian terhadap kesenian cengklungan. Ini bagian upaya untuk menguatkan. Kami juga sudah mendokumentasikan cengklungan.”

Didik membeber, Temanggung memiliki 64 jenis seni pertunjukan tradisional. Dari jumlah 64 itu, 9 jenis kesenian dikhawatirkan punah. Salah satunya: cengklungan. Kesenian lainnya yang nyaris punah adalah ambarsomah, gatholoco, tawinan, kuntulan, andhe-andhe lumut, sandhul, thethek mbengek dan peksi mudha. “Untuk mengantisipasi hal itu (kesenian punah), setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung.”

Lima usaha itu, adalah, mencatat lewat registrasi kebudayaan, memberikan pembinaan teknis artistik, serta memotivasi dengan pemberian stimulasi finansial. Kemudian, memberikan ruang promosi–baik di daerah maupun luar daerah—serta menggandeng stakeholder untuk berpartisipasi melestarikan dan mengembangkan seni pertunjukan tradisional kerakyatan Temanggung. (wong.ahsan/isk)

Tinggalkan Balasan