BERBAGI

MUNGKID– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang kembali berhasil menemukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Kali ini mereka menemukan khasiat kulit delima untuk mengatasi keputihan.

“Selama ini orang awam hanya mengenal daun sirih sebagai obat mengatasi keputihan. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa kulit delima juga memiliki khasiat yang sama,” kata Herma Fanani Agusta MSc Apt, dosen Fikes UM Magelang.

Dari penelitiannya, mereka berinovasi dengan mengubah kulit buah delima menjadi sabun cair yang dapat digunakan oleh kaum hawa yang mengalami keputihan. Kulit delima yang banyak mengandung alkaloid dan flavonoid inilah yang memiliki aktivitas sebagai antimikroba terhadap Candida albicans yaitu salah satu jamur penyebab keputihan.

Penelitian dilakukan lima mahasiswa Fikes. Yakni Ayu Meida Handayani, Fatma Zaenur, Riska Anita, Sutiara, dan Sella Erma. Dibimbing dosen Herma Fanani Agusta MSc Apt, proposal mereka berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Tahun 2017.

Proposal dengan judul “Sabun Cair Granat Putih (Punica granatum) Sebagai Obat Keputihan” ini berhasil mendapat dana hibah sebesar Rp 10 juta. “Kami berinovasi membuat sabun cair dari kulit buah delima karena ingin membantu memudahkan para penderita keputihan dalam mengobati penyakitnya dan salah satu kelebihan sabun cair ini dari sabun cair pada umumnya di pasaran yaitu lebih aman digunakan, tidak mempunyai efek samping, dan berasal dari bahan alam, sehingga tidak berbahaya untuk digunakan,” kata Ayu, ketua tim.

Kegiatan penelitian tersebut dilakukan di Laboratorium Farmasi Fikes UM Magelang selama kurang lebih 3 bulan bulan. Dimulai dari pembuatan ekstrak kering kulit buah delima yang diperoleh dari kulit buah delima segar yang dikeringkan di bawah sinar matahari langsung pada wadah tertutup kain hitam. Ekstrak kering kemudian diubah menjadi ekstrak kental, yaitu dengan cara maserasi (perendaman) sampai diperoleh ekstrak kental, kemudian diuji dengan media uji yang diberi jamur Candida albicans untuk mengetahui keefektivitasan dari ekstrak kulit buah delima tersebut. Setelah mendapatkan hasil bahwa ekstrak tersebut efektif terhadap jamur Candida albicans, selanjutnya ekstrak diubah menjadi sediaan sabun cair.

“Harapan kami, inovasi ini mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu Pimnas ke-30 di Makassar Juli mendatang,” tambah Ayu. (sct)

BERBAGI