oleh

Sudah 12 Tahun Menahan perih di Dada

KANKER: Wakini yang lebih banyak berdiam di rumah karena penyakit kanker yang sudah menggerogoti tubuhnya. (Ahsan fauzi/radar kedu)
KANKER: Wakini yang lebih banyak berdiam di rumah karena penyakit kanker yang sudah menggerogoti tubuhnya. (Ahsan fauzi/radar kedu)

Kanker masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian yang tinggi di Indonesia. Pengobatan kanker butuh biaya yang mahal dan belum tentu bisa sembuh total. Penderita kanker yang miskin akhirnya hanya bisa pasrah.

WAKINI, warga Kampung Pandesari Desa Parakan Wetan Kecamatan Parakan Temanggung sudah benar-benar pasrah. Perempuan berusia 84 tahun ini sudah 12 tahun divonis menderita kanker payudara. Kini sel-sel kanker sudah semakin parah.

Setiap hari, Wakini hanya bisa menahan perih di dadanya. Bagian dadanya sudah rusak digerogoti kanker. Muncul luka yang lebar di dadanya.

Pada saat-saat tertentu, dari bagian yang terkena penyakit itu mengeluarkan semacam darah bercampur lendir warna keputihan. Jika dalam keadaan demikian, nenek itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa. “Rasanya sakit, perih! Saya hanya pasrah kepada Yang Maha Kuasa,” keluh Wakini ketika ditemui di rumahnya, kemarin (13/6).

Wakini saat ini lebih banyak mengahbiskan waktunya di rumah. Kadang hanya berbaring di tempat tidur. Kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk beraktivitas berat.

Sebagaimana pengakuan, Dalimin, 75, suami dari Wakini, belakangan kondisi yang derita istrinya kian parah atau memburuk. Pasangan suami istri yang hanya tinggal berdua di rumah itu mengaku sudah tidak mampu lagi untuk melakukan upaya pengobatan. “Anak saya dua, namun keduanya sudah berumah tangga sendiri, mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sesekali saat mereka longgar menjenguk kami,” ucapnya.

Komentar

Terkini